oleh

Masifkan Deteksi Kasus Positif

SIBERINDO, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani mengklaim secara perlahan proses pengendalian Covid-19 telah berjalan.

Dia mencontohkan Tim Pengurai Kerumunan (Raika) terus berpatroli mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Imbauan wali kota yang ditetapkan lewat surat edaran, terutama terkait mengurai kerumunan dan pembatasan aktivitas pada malam hari.

“Covid Hunter telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas melakukan proses tracing,” katanya.

Capaian proses tracking kembali bisa mencapai satu banding delapan per hari hingga 1/1.000 sampel per hari. Hasilnya, Hadijah mengklaim penyebaran kasus mampu tertekan. Terkonfirmasi positif di Makassar hanya tercatat 40 kasus per Senin, 21 Juni.
Namun, bukan berarti Makassar Recover berhenti. Justru gerakan serentak baru akan betul-betul berjalan pada Juli mendatang. Terutama proses deteksi.

Baca Juga  Pasien COVID-19 Meninggal Di Babel Bertambah Lima Menjadi 201 Orang

Saat ini alat-alat kesehatan yang dibeli untuk 10 ribu tim detektor mulai terpenuhi, seperti alat pengukur tekanan darah dan perlengkapan lainnya.

Terutama alat GeNose yang akan disiapkan 163 unit. “Saat ini yang sudah ada baru 140 unit, tetapi semua rampung pada Juli mendatang,” katanya.

Proses vaksinasi massal untuk masyarakat Makassar juga akan dimulai Juli. Ini berkoordinasi langsung dengan kementerian dan Polri.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Bakal Tata Pulau Lae-lae Jadi Destinasi Wisata Kuliner

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, dari seluruh aspek yang berjalan terstruktur ini perjuangan melawan pandemi betul-betul harus mampu ditekan. “Tetapi, semua tetap harus diikuti dengan kesadaran individu juga,” kata Danny, kemarin. (asr)

Komentar

News Feed