SIBERINDO, MAKASSAR — Sejak pandemi Covid-19, ada banyak hal-hal baru yang bergeser atau berubah. Di antaranya perubahan di sektor lingkungan dan kesehatan. Hal tersebut dibahas melaluikegiatan rangkaian Milad-ke 67 UMI bertajuk “PergeseranTatanan Dunia Pasca Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Lingkungan dan Kesehatan” di Graha Pena Lantai 19, Selasa, 22 Juni.
Dosen sekaligus narasumber dari Fakultas Kedokteran UMI, dr Rachmat Faisal Syamsu mengatakan, selama pan-demi memang seseorang dituntut lebih pintar. Pintar dalam hal ini adalah memilah info-info yang beredar di sekitar. Menurut
dr Rachmat, jika mendapat info jangan mengambil mentah-mentah hal yang didapatkan. Olah dan cermati dengan baik, mengenai benar atau tidaknya info tersebut.
“Selama pandemi, lingkungan mengajarkan kita lebih banyak memakai teknologi untuk kegiatan sehari-
hari. Untuk itu, manfaatkan dan gunakan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Sebut saja, kata dr Rachmat, saat ini telah beredar info dari WHO jika Sulsel zona hijau itu melihat potret dari lapangan. Kendati demikian jangan lengah. “Tetap perlu diwaspadai, bahwa kadang kala pagi dikatakan tidak ada kasus. Malam hari justru muncul kasuspositif beberapa. Ini karena abai dan terlena,” terangnya.
Sementara untuk isu kesehatan, masker dan menjaga jarak kini menjadi kewajiban saat keluar rumah. Ditambah ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjadi penunjang kesehatan yang kini harus ada di manapun. Khususnya fasilitas umum dan sosial.
“Bukan hanya di Indonesia, tetapi seluruh warga dunia melakukannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa pergeseran tatanan dunia pasca pandemi Covid-19 banyak yang berubah,” ucapnya.
Narasumber sekaligus Vice Chancellor University Kebangsaan Malaysia, Prof Dato’ Dr Mohd Ekhwan Hj To- riman menambahkan, di Malaysia pergeseran lingkungan saat ini rata-rata kebanyakan orang mulai terbiasa bekerja
di rumah. Keadaan ini, kata dia, berbanding terbalik dari sebelum adanya pandemi melanda dunia. (asr)











Komentar