oleh

Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Progres Vaksinasi

SIBERINDO, MAKASSAR — Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tergantung dari progres vaksinasi. Jika semua tenaga pengajar atau guru telah vaksinasi, maka PTM boleh digelar. Tak hanya itu, memperhatikan level PPKM sebuah daerah.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku, menegaskan, bagi daerah yang PPKM level 1-3 untuk dimulai PTM dengan kapasitas 50 persen. Hal itu, bebernya, tidak terlepas pula dengan capaian vaksinasi di Sulsel yang cukup tinggi.

Dia merinci, untuk guru telah mencapai 128.808 guru atau 80,23 persen dari total guru di Sulsel 160.549 guru. Pelaksanaan PTM, bebernya, tetap dipantau oleh kepala daerah, bupati dan wali kota. “Bukan ditutup semua (sekolah). Harusnya dibuka dan tetap dikontrol,” jelasnya, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim soal PTM itu berpijak pada progres vaksinasi guru. Semua tenaga pendidik (guru) sudah vak- sinasi dua kali, maka sekolah wajib memulai PTM.

BACA JUGA:  DPRD Sepakat Pendapat Walikota Parepare Tentang Ranperda PLPB

Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini menerangkan, PTM dilaksanakan sangat fleksibel. Saat kasus naik, maka PTM harus dihentikan. Hal ini un tuk menghindari terjadinya klaster sekolah.

“Tolong masing-masing dinas untuk menggunakan kurikulum darurat. Tanpa itu kita sulit mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Nadiem berharap, kurikulum darurat dapat memudahkan proses pembelajaran di masa pandemi. Yakni metode pembelajaran yang lebih sederhana dari Kurikulum 2013. (asri)

Komentar

News Feed