SIBERINDO, MAKASSAR — Pasien Covid-19 yang tidak mengalami gejala berat, cukup menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, dr Nurul AR, menjelaskan, karantina mandiri atau isoman sudah tidak diberikan lagi fasilitas tambahan.
“Untuk Sulsel, sudah tidak ada fasilitas yang diberikan pemerintah. Mereka yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan, bisa isoman di rumah masing-masing,” terang dr Nurul, Senin, 21 Juni.
Meski demikian, di sejumlah titik yang terkonfirmasi kasus tinggi tetap terpantau bekerja sama dengan tim satgas terkait.
“Mereka yang memiliki gejala berat, tentu akan kita rawat di rumah sakit rujukan. Untuk Makassar memang menjadi cacatan penting. Bagaimana pun kita harus bisa mengendalikan peningkatan kasus sebaik mungkin,” sambungnya.
Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin memaparkan, isoman di rumah bukan berarti tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.
“Pasien yang menjalani isolasi mandiri tentu perlu pengawasan pemerintah setempat seperti, RT/RW ataupun kelurahan tempat tinggal mereka,” ujarnya.
Guru Besar FKM Unhas itu berharap, siapa pun yang merasakan gejala Covid-19 ringan bisa segera sadar diri untuk menjalani isolasi mandiri.
“Yang kita waspadai sekarang itu bagaimana sebisa mungkin menghindari diri untuk tidak terinfeksi. Sehingga kata isolasi atau rujukan Covid-19, benar-benar sudah tidak ada di sekeliling kita,” pungkasnya. (asr)











Komentar