oleh

Dinas Pendidikan Sulsel Serahkan Keputusan PTM ke Daerah Masing-masing

SIBERINDO, MAKASSAR — Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri, mengatakan, pihaknya telah memberi arahan ke dinas pendidikan kabupaten dan kota untuk pelaksanaan PTM. Kendati demikian, keputusannya tetap pada masing-masing pemerintah daerah yang PPKM-nya level 1, 2, dan 3.

Dia mencontohkan, seperti di SMA 3 Maros sudah buka 50 persen. Tetapi, kata dia, ada juga di SMK 1 Maros tidak, karena di kecamatannya tinggi kasusnya.

Prof Jufri menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) juga dilakukan sangat fleksibel.

“Boleh buka 50 persen tetapi harus tutup saat zonanya menjadi merah. Jadi ada fleksibilitas. Sekolah tetap siapkan dua pola. Pelaksanaannya diatur, seperti dua kali pertemuan dalam sepekan, juga maksimum tiga jam perhari,” kata Jufri di kantor Gubernur Sulsel,” Kamis, (26/8/2021).

BACA JUGA:  Kunjungi Bandara Buntu Kunik, Wagub Sulsel Dorong Pemda Toraja Buat Subsidi Tiket

Jufri juga menegaskan, PTM dapat digelar atas izin dari orang tua. Kalau tidak, peserta didik tetap boleh belajar secara daring. “Kalau misalnya dia tetap memilih mau di rumah saja tidak dipaksa harus datang. Jadi sangat fleksibel,” tegasnya.

Sekretaris Disdik Sulsel, Hery Sumiharto, menambahkan, sejauh ini sekolah yang menerapkan PTM dominan di daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar). Khususnya daerah yang memang tidak ada jaringan internetnya.

BACA JUGA:  Sosialisasi Permendagri, Prof Rudy Minta OPD Menyusun Program Bersifat Progresif dan Produktif

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menerangkan, penetapan skala PPKM di Sulsel masih cukup banyak yang level 3. Bahkan ada dua wilayah yang level 4.

“Artinya apa, kita perlu lebih bersabar dulu. Sembari kita berharap turun ini pandemi kemudian dianalisa kembali peluang untuk dilakukan PTM,” jelasnya. (asri)

Komentar

News Feed