oleh

Pemerintah Evakuasi Alat Berat, Prioritas Buka Akses Trans Sulawesi

SIBERINDO.ID, MASAMBA — Banjir bandang yang menerjang Luwu Utara, Senin malam 13 Juli 2020 membuat akses jalan Trans Sulawesi lumpuh. Pembukaan jalan ini jadi prioritas agar distribusi dan lalu lintas kembali bergerak.

Untuk membuka jalan ini, alat berat ekskavator dikerahkan mengeruk lumpur dari badan jalan belum maksimal. Perlu alat berat lainnya, seperti bulldozer atau backhoe loader yang diturunkan untuk menyapu bersih material.

Kamis 16 Juli 2020, kemarin, sekira puluhan alat berat ekskavator diterjunkan mengeruk material lumpur. Mulai dari Desa Radda hingga ke Kota Masamba.

Sementara itu, akses jalan Trans Sulawesi di Desa Radda yang juga lumpuh, akhirnya bisa ditembus menuju Kota Masamba.

Hanya saja, pekerjaan utama kini ada di Kota Masamba. Lantaran ketinggian material lumpur bercampur pasir di sana bahkan sampai 3 meter. Sejumlah perkantoran, ruko, warung, dan taman tertutupi material tersebut.

Baca Juga  Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno Jabat Pangdam XIV/Hasanuddin Gantikan Mayjen TNI Andi Sumangerukka

Anggota DPR RI Muhammad Fauzi meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberikan perhatian penuh penanganan bencana Banjir di Luwu Utara.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meninjau dari dekat kondisi Banjir di Lutra, Kamis 16 Juli 2020.

Fauzi mengatakan, sejak Selasa (14/072020) terus memantau perkembangan penanganan bencana Banjir yang telah menelan belasan korban jiwa.

“Sejak kemarin saya juga sudah berkoordinasi ke BNPB untuk segera menurunkan timnya dan memberi perhatian penuh ke Luwu Utara. Saya terima laporan hari ini sudah ada tim dari BNPB yang tiba di Luwu Utara,” kata Anggota Komisi VIII DPR yang bermitra dengan BNPB ini.

Menurut Fauzi, Pemda Luwu Utara juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah tetangga yakni Luwu Timur dan Kota Palopo untuk turut membantu di sekitar daerah perbatasan masing-masing.

PII Palopo

Disamping penanganan korban banjir, pembersihan lumpur di sepanjang jalan nasional poros Radda Kec. Baebunta – Masamba Kec. Masamba, Kab. Luwu Utara merupakan hal sangat urgent untuk ditangani. Pasalnya, distribusi bantuan terhalang akibat trans Sulawesi yang lumpuh.

Baca Juga  Duta Sehat Appi-Rahman Pekerjaan Mulia, Gemintang: Mau Gabung? Silahkan

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Palopo, Ir Anshari Mas’ud yang dimintai tanggapannya, Kamis, 16 Juli 2020, untuk membersihkan lumpur setinggi satu meter sepanjang ruas jalan nasional yang terdampak banjir, dibutuhkan sejumlah alat berat dari berbagai jenis seperti backhoe dan dump truck.

Tapi yang paling efektif adalah menggunakan backhoe loader yang punya bucket besar dan punya ban karet agar tidak merusak jalan. Selain itu, alat grader juga dibutuhkan untuk mengumpul material sedimentasi.

”Untuk mempercepat pembersihan jalan nasional, dibutuhkan puluhan alat berat dan dump truck yang diharapkan partisipasi dari penyedia jasa kontraktor, pemerintah, dan swasta lainnya. Kalau hanya eskapator, lambat,” terang Anshari saat dalam perjalanan dari Palopo menuju Lutra, pagi.

Pantauan Palopo Pos, ratusan mobil membawa bantuan ke Lutra terjebak macet. Ada rombongan dari Palopo start pagi, namun menjelang sore baru tiba di Radda. Rata-rata bantuan dari arah Selatan Lutra hanya tiba di Radda, tidak sampai ke Masamba karena akses jalan terhalang lumpur tebal 1 hingga 3 meter.

Baca Juga  Kegiatan Padat Karya Tingkatkan Produktivitas Petani di Kabupaten Wajo

Untuk diketahui, jarak antara Radda dengan Kota Masamba sekira 5 kilometer. Untuk menuju Masamba, harus memutar lewat Salulemo yang jalurnya relatif sempit. Truk dan bus tidak disarankan lewat sini karena sudah ada bus yang tergelincir.

24 Tewas

Hingga Kamis kemarin, data dari BPBD Luwu Utara menyebutkan, warga meninggal 24 orang dan 69 dinyatakan hilang.
Upaya pencarian orang masih terus dilakukan, termasuk membuka akses jalan. (jun/ikh-idr)

Daerah Terdampak Minim Bantuan

Desa Maipi (Masamba)
Pengkendekan (Sabbang)
Dadeko (Sabbang)
Lembang-lembang (Sabbang)
Lara 1 (Baebunta)
Kalitata (Malangke Barat)
Rakki-rakki (Baebunta)
Cenning (Malangke Barat)

Komentar

News Feed