SIBERINDO.CO.ID, MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengukir sejarah. Kampus ini jadi Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik (LPTK) terbanyak meloloskan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020.
Kampus yang baru saja merayakan dies natalis ke-59 ini berhasil meloloskan 85 proposal PKM. Dengan begitu, proposal tersebut akan didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Totalnya mencapai Rp412 juta.
Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) UNM, Prof Bakhrani Rauf mengatakan capaian ini sangat membanggakan lantaran jumlah proposal yang lolos sangat besar. UNM menempati posisi pertama LPTK yang meloloskan proposal PKM tahun ini.
“Secara nasional UNM berada di peringkat delapan perguruan tinggi penerima pendanaan proposal PKM. Tetapi khusus LPTK, UNM peringkat pertama,” bebernya, Senin, 10 Agustus 2020.
Tim yang proposalnya lolos ini selanjutnya akan melakukan penelitian. Hasil pelaksanaan dan presentasi kelompok mahasiswa PKM nantinya yang dinilai oleh tim monev PKM Belmawa untuk direkomendasikan ke Pimnas ke-33 tahun ini.
Rektor UNM, Prof Husain Syam pun bersyukur dengan adanya prestasi baru ini. Ia mengapresiasi para mahasiswa yang berhasil lolos pada ajang bergengsi secara nasional ini.
“Alhamdulillah. Saya bangga dan mengapresiasi kerja keras dan kerja nyata teman-teman dosen dalam membimbing mahasiswa dalam menunjukkan kualitasnya sehingga mampu bersaing dgn PTN/PTS papan atas di Indonesia,” katanya.
Husain mengatakan, UNM tiga tahun terakhir sudah mencatat dan sangat diperhitungkan sebagai PTN yang berkualitas terutama ketika dilihat dari hasil kompetisi PKM secara nasional.
Menurutnya, capaian ini bukan secara kebetulan. Sebab, tahun lalu UNM di posisi keenam bersama Unhas meloloskan PKM-nya di Pimnas dan akhirnya UNM mengungguli Unhas dalam perolehan medali pada Pimnas 32 di Denpasar. Sekaligus UNM mencatatkan PTN terbaik di luar pulau Jawa.
Ia menambahkan, catatan prestasi sukses UNM yang diperoleh tahun 2019 menjadi modal untuk kembali bisa berjaya di Pimnas ke-33 di Surabaya tahun ini.
“Saya yakin teman-teman dosen yang cukup berkualitas akan bisa membimbing dan menggenjot kemampuan individu dan kelompok mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmia berkualitas untuk bisa meloloskan sebanyak mungkin ke grand final nanti,” harapnya. (ism/rif)










Komentar