SIBERINDO,CO, MAKASSAR — Lelang proyek jalur pedestrian Jl Metro Tanjung Bunga segera dilakukan. Pemkot Makassar membuka ruang bagi BUMN ikut lelang.
Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Makassar, Fuad Azis mengatakan, tahap akhir pembahasan pratender bersama gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) paling lambat Selasa, 11 Agustus 2020.
“Setelah itu kita buka tender. Karena (nilai) proyek di atas Rp100 miliar, sesuai aturan, selain swasta, BUMN juga bisa terlibat,” ujarnya kepada FAJAR, Senin, 10 Agustus.
Fuad menjelaskan, Pemkot Makassar menaruh perhatian khusus terhadap proyek jalur pedestrian Jl Metro Tanjung Bunga. Makanya, pemenang tender proyek ini tentu mesti memenuhi kualifikasi dan mampu menjalankan proyek sesuai ekspektasi Pemkot Makassar.
Fuad menegaskan, lelang akan dilakukan secara terbuka. Swasta dan BUMN punya peluang sama jadi pemenang tender.
“Nanti kita lihat. Ini masih berproses. Siapa pun nanti yang menang kita harap bisa jalankan proyek ini dengan baik. Apalagi Pak Pj Wali Kota bahkan turun langsung memastikan proses pembebasan lahan bisa jalan,” ucap dia.
Dengan waktu yang tersisa kurang dari sebulan, kata Fuad, pihaknya optimis pengerjaan bisa segera dilakukan tepat waktu. “Sesuai komitmen yakni September. Apalagi sudah ada lahan yang masih berproses dibebaskan juga,” terangnya.
Kata Fuad, masalah lahan selama ini memang jadi problem utama. Akan tetapi, hal itu tak membuat agenda untuk menunjuk segera perseroan atau perusahaan yang bisa menjalankan proyek tersebut. “Kita tunjuk dahulu siapa pemenang tendernya. Kalau memang ada masalah misalnya lahan, bisa nanti menyesuaikan,” terangnya.
PT GMTD juga secara resmi telah menyerahkan sertifikat lahan seluas 8,6 hektare. Lahan itu rencana masuk dalam rencana proses perluasan jalan dan pembangunan jalur pedestrian.
Siapkan Jalur Lambat
Dalam desain yang telah disiapkan Pemkot Makassar, ruas jalan yang ingin diperlebar memang masuk dalam rancangannya. Akan ada empat jalur yang dibangun. Masing-masing jalur lambat dan jalur cepat yang terpadu dua sisi jalan.
Di Jakarta, jalur lambat digunakan untuk semua jenis kendaraan. Sementara jalur cepat dibuat khusus untuk mobil yang akan melaju dan bebas hambatan.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, berharap proses pengembangan jalan di kawasan Jl Metro Tanjung Bunga bisa berjalan dengan baik. “Tahap awal kita target bisa tuntaskan pada dua kilomter jalan,” pungkas Rudy. (rdi/FAJAR)











Komentar