SIDERNDO.CO.ID, MAKASSAR — Kematian adalah sebuah misteri. Datang tak pernah disangka oleh siapapun. Begitu pula dengan Adi, jurnalis INEWS TV Makassar.
Kebetulan, saya pernah menjadi rekan kerja almarhum. Kira2 sekitar 3 tahun. Saat itu, saya menjadi Station Manager SUNTV (SUNTV berubah nama jadi INEWS TV).
Saya mengenal Adi sebagai pribadi yang baik. Ia selalu tersenyum. Dimarahi pun tetap senyum. Hal yang terkenang dalam benak saya, Adi tidak pernah menolak tugas liputan. Betapa pun sulitnya.
Pernah satu ketiika, Adi harus pulang hingga larut untuk mendapatkan sumber berita. Ia tak mudah menyerah. Segala cara dilakukannya hanya untuk memenuhi tugas liputannya.
Ketekunannya itu membuat saya kian dekat dengan almarhum. Saya merasa jika ada Adi, bereslah semua. Dan itulah yang terjadi. Ia rela meninggalkan keluarganya demi tugas yang diberikan.
Namun, informasi di whatsapp pagi tadi, membuat saya kaget luar biasa. “Adi meninggal dunia”. Sempat saya bertanya, Adi siapa? Sang pengirim WA menyebut Adi Bundrang.
Saya terkesima sejenak. Dalam pikiran saya, ini anak masih sangat muda. Sehat, dan bodi yang cukup seimbang. Tidak ada tanda tanda ia akan pergi secepat itu.
Tapi itulah hidup. Ajal memang tak ada yang tahu. Semua jadi rahasia ilahi.
Terakhir kali ketemu, ketika dia bertandang ke cafe milik saya di jalan Hertasning. Ia membawa hampir seluruh teman kerjanya. Sekitar sebulan lalu.
Saat itu, sebagai bekas rekan kerja, tentu kita bercanda. Sempat saya tegur. Kok Adi makin gemuk yah? Jawabannya pun bercanda. “Iya bang, makin sejahtera,” kata dia.
Saya tidak menyangka, jika pertemuan hari itu di KOFFIEHUIS HERTASNING, sekaligus jadi pertemuan terakhir antara saya dengan Adi. Jika sy tahu, tentu akan saya ulurkan tangan ini untuk meminta maaf. Sebagai bekas atasan, pasti sy pernah salah.
Selamat jalan Adi, sahabat, sekaligus adik saya
Makassar, 10/8/2020
Mukhramal Azis










Komentar