Menikmati wisata, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Bagi wisatawan yang datang menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).
ASRI AMIR, GOWA-SULSEL
PERLAHAN, meninggalkan langit yang gelap. Menyembul di cakrawala. Kian meninggi, lingkaran itu semburatkan rona merah dan oranye. Sunrise.
Fajar segera menyingsing. Sejauh mata memandang, deretan “pulau kecil” di sejumlah titik begitu eksotik di Bendungan Bili-bili. Di kejauhan, deretan gunung seolah bersembunyi di balik awan. Udara segar. Kicauan burung silih berganti menyambut pagi, Minggu (08/11/2020).
Bukit Indah Beroanging menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Gowa, Sulsel. Wisata bukit ini berada di Kampung Bontorapang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Masih pagi, sejumlah pengunjung tampak memasuki area kawasan wisata. Di pintu gerbang Bukit Indah Beroanging terpampang baliho peringatan kepada pengunjung untuk mematuhi protokoler kesehatan.
Di tengah pandemi Covid-19, pengelola kawasan ini menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).
“Pengunjung yang datang, tentu harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan registrasi, ” beber salah seorang pengelola kawasan wisata tersebut, Mukhtar.
Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan tempat cuci tangan bagi pengunjung. Selain itu, tambahnya, pengunjung juga diwajibkan mengenakan masker. “Wajib pakai masker, sesuai dengan penerapan protokoler kesehatan,” bebernya. Pihaknya juga mengimbau untuk menjaga jarak.
Salah seorang pengunjung, Edy, menjelaskan, Bukit Indah Beroanging merupakan salah satu destinasi wisata alam. Pengelolaan kawasan wisata yang menawarkan keindahan danau, pulau, pengunungan ini dikelola sendiri oleh warga dan sejumlah titik dapat dijadikan objek foto yang indah.
Sementara itu, Satgas Covid-19 Sulsel kembali mewaspadai klaster baru yaitu klaster libur panjang akhir tahun.
Diketahui, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan tracing dan testing terhadap masyarakat jelang pelaksanaan Pilkada.
Sementara terkait klaster libur panjang pergantian tahun, Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, Ridwan Amiruddin mengatakan pihaknya kembali mewaspadai munculnya klaster tersebut.
Mengingat tidak lama lagi libur panjang akan dimulai pada akhir Desember hingga awal Januari 2021. “Jadi ini dua agenda yang kami sedikit khawatir, jangan sampai pemicunya di libur panjang akhir tahun dan Pilkada,” ucap Ridwa, Sabtu (21/11/2020) lalu.
Olehnya, ia mengaku untuk mengantisipasi peningkatan terjadi di bulan Desember hingga Januari, pihaknya konsisten untuk tetap mengintensifkan tracing dan testing.
Selain itu, dirinya mengimbau agar Satgas di Kabupaten Kota juga ikut melaksanakan program Trisula, yakni tracing, testing dan edukating.
“Karena kekhwatiran kami pada Desember sampai Januari ini masyarakat di Kabupaten Kota pasti terlibat dengan berbagai aktivitas Pilakda dan libur panjang,” tutupnya. (*)











Komentar