oleh

Plt Gubernur Sulsel Minta Percepat Pembebasan Lahan Kereta Api Dibagi Per Koridor

MAKASSAR – Progres lahan Kereta Api (KA), yang sampai saat ini masih berkutat dengan pembebasan lahan, menjadi perhatian bahkan dalam rapat sebelumnya telah diminta pembentukan tim percepatan Kereta Api.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah menyebutkan ada beberapa poin yang disepakati bersama untuk penyelesaian percepatan pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare dalam rapat bersama dengan Kantor Staf Presiden beberapa waktu lalu, termasuk membentuk  tim percepatan penyelesaian pembebasan lahan untuk Pangkep dan Maros.

Menindaklanjuti itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk tim percepatan pembebasan lahan, dimana masing-masing dibagi dalam beberapa koridor.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Siapkan Mesin Pemintal Untuk Kembalikan Kejayaan Sutra

Pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan tim percepatan ini dibagi berdasarkan per koridor, dimana diketuai oleh Kepala Daerahnya.

“Jadi, misalnya koridor Parepare itu Wali Kota Parepare ketua dengan Forkopimda anggotanya, begitu juga Barru, Pangkep, Maros dan Makassar,” kata Andi Sudirman, saat menghadiri rapat koordinasi progres pengadaan tanah jalur Makassar-Parepare dan Makassar New Port, di kantor Gubernur Sulsel Selasa (13/4/2021)

Menurutnya, pembagian per koridor dilakukan untuk memudahkan pemetaan, sehingga pelaksanaan pengerjaan bisa dilakukan,

“Saya sudah melihat dari laporannya ini. Kemudian saya menginginkan agar dalam bekerja ini harus ada skala prioritas, jadi misalnya  inikan mau dikerjakan pembangunan di Garongkong harus  rutin dilakukan pertemuan juga sehingga objek kontruksi jelas,” terangnya

Baca Juga  Pemprov Sulsel Terus Berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk Penjagaan Arus Mudik

Andi Sudirman menambahkan dalam pengerjaan ini harus berdasarkan urutam tatanan skala koordinasi dan  prioritas tanpa mengabaikan koridor.

“Harus dibagi mana yang dibayarkan langsung dan juga konsinyasi, paketan jelas prioritas pertama yang mana. Ini hampir sama waktu di Pammukulu, makanya kami rangkul semua dan ini mulai berjalan,” terangnya

Kepala Balai Pengelolaan Perkeretaapian Provinsi Sulawesi Selatan, Jumardi mengatakan sejauh ini progres Kereta Api khusus lahan di Pangkep sudah mencapai 94 persen dimana 85 persen itu melalui konsinyasi ke pengadilan, dan ada yang sudah dibayarkan juga langsung, sebenarnya dengan angka ini sudah hampir mendekati target untuk menyambungkan

Baca Juga  Gerindra Usung Duet Nasir-Wardan Maju Pilgub Riau

Jumardi mengapresiasi langkah pembentukan tim percepatan pembebasan lahan, per wilayah  agar bisa lebih cepat terbangun.

Saat ini, Jumardi menyebutkan rencana jalur KA Maksssar -Parelaee sudah terbangun Kabupaten barru sekitar 47 Km, garongkong ada 3,7Km dan yang diintegrasi  sepanjang 1,3 Km jalur Garongkong.

Namun, Jumardi mengaku bahwa ada satu desa namanya Pambundukang, di Kabupaten Pangkep sampai saat ini masih terkendala pembebasan lahan,

“Ini diharapkan bisa dibantu penyelesaiannya,” pungkasnya. (*/cr3)

Sumber : sulselprov.go.id

Komentar

News Feed