oleh

Tidak Ada Korelasi Nurdin Abdullah dengan Tambang Pasir

SIBERINDO.CO, MAKASSAR– Pernyataan media yang dikeluarkan Koalisi Selamatkan Laut (KSL) setelah disimak dengan baik tidak memiliki kekuatan fakta pendukung.

KSL hanya mengkaitkan kedekatan putra Gubernur Sulsel, Fathul Fauzi Nurdin dengan Komisaris dan direksi perusahaan tambang pasir di perairan Takalar, PT Benteng Laut dan PT Nugraha Indonesia Timur.

“Kalau saya, teman-teman Koalisi Selamatkan Laut buktikan pelanggaran prosedural yang dilakukan dua perusahaan ini dalam mendapatkan izin tambang,” jelas Bunyamin Arsyad, Staf khusus Bidang Media Gubernur Sulsel.

Baca Juga  Rektor Unhas: Sulsel Unik, Wali Kota dan Gubernurnya Adalah Guru Besar

Om Ben sapaan Bunyamin Arsyad menantang Koalisi Selamatkan Laut untuk membuktikan pelanggaran yang dilakukan dua perusahaan ini dalam proseduran mendapatkan perizinan.

Dijelaskan, kalau ada yang mereka langgar berdasarkan peraturan dan undang-undang, Om Ben yakin Gubernur akan mencabut izin tambang mereka.

Malah Om Ben menilai Koalisi Selamatkan Laut menyimpang dari visi perjuangan mereka.

Baca Juga  Gubernur Nurdin Abdullah Lebih Sreg di Lapangan Ketimbang di Kantor

“Ketika gubernur menyelamatkan garis pantai Takalar dari ancaman abrasi, kok Koalisi Selamatkan Laut mempersoalkan. Ada apa ini. Mestinya mereka mendukung karena setelah dua perusahaan ini hadir dan menambang di areal yang jauh dari pantai, tidak ada lagi abrasi pantai di Takalar,” tegasnya.

Menurut Om Ben, dua perusahaan ini, PT Benteng Laut dan PT Nugraha ini justru menyelamatkan ancaman abrasi di bibir pantai Takalar akibat tambang pasir untuk timbun CPI.

Baca Juga  Cukup di Rumah Jalani Isolasi Mandiri

“Benteng Laut dan Nugraha inilah yang menyelamatkan pantai Takalar dari ancaman abrasi. Dulu waktu tambang untuk bisnis murni, CPI, mereka diam saja. Sekarang tambang pada zona aman dan untuk proyek strategis nasional kok ribut,” tegas Om Ben.(rls)

Komentar

News Feed