SIBERINDO.CO, MAKASSAR — Mulai bulan depan pelanggan PLN tegangan rendah akan menikmati penurunan tarif listrik. Turun sebesar Rp22,5 per kWh selama Oktober hingga Desember 2020.
Penurunan tarif listrik tersebut berlaku bagi 17,39 juta pelanggan atau sekitar 23 persen dari total pelanggan PLN yang mencapai sekitar 77 juta pelanggan. Untuk Sulsel, ada 460.407 pelanggan yang dapat penurunan tarif ini.
Manager Komunikasi PLN UIW Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko mengatakan, penurunan tarif hanya berlaku bagi pelanggan tujuh golongan non subsidi dengan tegangan rendah. Dari Rp1.467/kWh kini turun menjadi Rp1.444,70/kWh atau turun Rp22,5/kWh.
Di antaranya Rumah Tangga (R-1 TR) 1300 VA; Rumah Tangga (R-1 TR) 2200 VA; Rumah Tangga (R-2 TR) 3500 VA-5500 VA; Rumah Tangga (R-3 TR) 6600 VA ke atas; Bisnis (B-2 TR) 6600 VA-200 kVA; Pemerintah (TR) 6600-200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum.
Sementara tegangan menengah (TM) dan tegangan tinggi (TT) masih tetap tarifnya. Tegangan menengah tarifnya tetap Rp1.114,74/kWh sedangkan tegangan tinggi Rp 996,74/kWh.
“Rumah tangga 900 VA non subsidi juga. Besaran tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp1.352/kWh,” kata Eko, Senin, 7 September.
Eko menjelaskan, bahwa penurunan tarif ini tidak menyertakan syarat apapun. Termasuk bagi pelanggan baru di golongan tersebut. Selain itu, saat ini juga baru diputuskan hanya berlaku sampai akhir tahun ini. Artinya tahun depan tarifnya otomatis akan kembali ke tarif awal.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Iswahyudi mengatakan, penurunan tarif diberikan ke pelanggan tegangan rendah karena biaya pokok penyediaannya (BPP) telah di bawah dari tarif yang ditetapkan. Sementara BPP untuk tegangan menengah dan tinggi masih belum menyentuh ke tarif yang ditetapkan sebelumnya.
Pengamat Ekonomi, Agussalim menilai, turunnya tarif listrik sangat bagus untuk menjaga daya beli masyarakat. “Biaya produksi lebih murah. Lebih penting beban pengeluaran masyarakat berkurang karena itu bisa mempertahankan daya beli,” katanya. (tam/iad/FAJAR)











Komentar