“Setiap manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari dimensi waktu, hampir setiap jenis ibadah berkaitan dengan waktu, shalat, haji, puasa, dan ibadah lainnya ada waktunya. Manusia akan bahagia atau sengsara bergantung bagaimana waktu itu di manfaatkan di hadapan Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Razilu, agar tidak termasuk orang yang merugi atas waktu, namun sukses dan bahagia, maka harus miliki empat perkara yakni memiliki Keimanan dengan mengimani Rukun Iman yang enam, memiliki amal sholeh, saling nasehat menasehati dalam kebaikan, dan saling menasehati dalam kesabaran.
Razilu menyampaikan bahwa bulan Ramdhan adalah kampus pendidikan, nilai-nilai yang ada di dalamnya harus dibawa ke bulan-bulan berikutnya. Amal sholeh di Bulan Ramadhan dilipat gandakan 70 kali, amalan sunnah bernilai wajib, seharusnya semangatnya juga dilipat gandakan 70 kali, mesti memberi gisi dan nutrisi pada rohani dengan beragam amal sholeh.
Kepada wargabinaan pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti tarawih secara langsung dan yang di dalam blok hunian, Razilu juga berpesan agar menjaga keamanan dan kedamaian di dalam lapas, petugas agar “berlemah lembut“ dalam pelaksanaan tugas, dan bagi WBP agar menunjukkan kerjasama yang baik dan mengikuti program program pembinaan.
Hadir dalam acara tersebut, Kakanwil Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto, Irwil 6 Itjen kemenkumham Marasidin Siregar, Kadiv Keimigrasian Dodi Karnida, Kadiv Yankumham Anggoro Dasananto, kalapas Makassar Hernowo, Karutan Makassar Sulistiadi dan para pejabat Kanwil dan Lapas Makassar. (*/cr6)











Komentar