oleh

Perusahaan Negara dianjurkan Libatkan BSSN Terkait Forensik Digital

Semarang- Pakar keamanan siber dan komunikasi CISSReC Doktor Pratama Persadha menganjurkan perusahaan negara selalu bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan audit forensik digital dan mengetahui lubang-lubang keamanan mana saja yang ada pada sistem.

“Langkah ini sangat perlu guna menghindari pencurian data pada masa yang akan datang,” kata Pratama Persadha yang pernah sebagai pejabat Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini menjadi BSSN melalui percakapan WhatsApp kepada ANTARA di Semarang, Jumat sore.

Pratama mengemukakan hal itu terkait dengan kasus peretasan yang menimpa perusahaan pemasok perangkat Apple bernama Quant oleh sekelompok geng peretas bernama REvil. Geng hacker tersebut melalui skema ransomware berhasil mencuri cetak biru produk Apple.

Akibatnya, lanjut Pratama, setiap hari blueprint produk Apple tersebut diunggah secara bertahap di forum peretas (dark web). REvil juga meminta tebusan 50 juta dolar Amerika Serikar (Rp726 miliar).

Baca Juga  Aktris China Zheng Shuang Diduga Gelapkan Pajak

Pratama menjelaskan bahwa serangan ransomware serupa bisa saja menimpa berbagai perusahaan swasta dan lembaga negara di Tanah Air. Dalam kasus ini, pihak peretas telah memberi Apple tenggat waktu hingga 1 Mei untuk membayar tebusan.

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (Communication and Informatian System Security Research Center/CISSReC) ini menegaskan bahwa kasus tersebut adalah peringatan bagi perkembangan industri teknologi di Tanah Air yang terkoneksi dengan internet. (*/cr8)

Baca Juga  8 Tahanan Rutan Muaralabuh Kabur Polisi Sekat Akses Keluar Daerah

sumber  : antaranews.com

Komentar

News Feed