oleh

Saham Australia jatuh tertekan sektor perbankan dan teknologi

Sydney – Saham-saham Australia jatuh pada awal perdagangan Selasa pagi, karena kerugian di saham teknologi dan keuangan melebihi keuntungan di sektor pertambangan yang dipicu menguatnya harga bijih besi dan emas.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,27 persen menjadi 7.026,5 poin pada pukul 00.27 GMT.

Persentase keuntungan tertinggi pada indeks acuan diraih Bingo Industries Ltd yang melambung 6,7 persen, setelah perusahaan pengelola limbah itu setuju dibeli oleh Macquarie Group seharga 2,3 miliar dolar Australia (1,79 miliar dolar AS).

Baca Juga  Gerindra Minta Gubernur Serius Tangani Masalah Banjir di Jawa Tengah

Saham Bingo juga merupakan saham yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan volume.

Saham perusahaan taruhan Australia Tabcorp Holdings naik hampir 4,0 persen setelah Entain dari Inggris mengusulkan pembelian 2,7 miliar dolar AS untuk perusahaan taruhan dan cabang medianya.

Persentase kerugian teratas pada acuan dialami oleh Mesoblast Ltd yang jatuh 3,19 persen, diikuti oleh Adbri Ltd kehilangan 2,69 persen.

Baca Juga  Gerindra: RUU PPRT Tidak Boleh Pisahkan Unsur Kekerabatan dalam Konteks Profesionalitas PRT

Di antara sektor-sektor, dikutip dari Reuters, saham keuangan melemah 0,44 persen, dipimpin oleh Zip Co Ltd yang merosot 2,22 persen, dan AMP Ltd kehilangan 1,75 persen.

Saham sektor teknologi tergerus 0,12 persen, dipimpin oleh Appen Ltd yang jatuh 0,97 persen, dan Afterpay Ltd kehilangan 0,47 persen.

Saham sektor pertambangan terangkat 0,43 persen, dipimpin oleh Piedmont Lithium Ltd yang melonjak 6,82 persen, sementara saham emas naik 0,21 persen.

Baca Juga  Teriakan Prabowo Presiden Menggema di Harlah PKB

Indeks energi melemah 0,23 persen dipimpin oleh Origin Energy Ltd yang terpuruk 1,2 persen dan Beach Energy Ltd turun 0,91 persen

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 terpangkas 0,11 persen menjadi 12.636,7 poin, dengan A2 Milk Company Ltd menderita kerugian terbesar, anjlok 3,8 persen, diikuti Fletcher Building Ltd kehilangan 1,51 persen. (*/cr6)

Sumber: antaranews.com

Komentar

News Feed