Selasa, 30 Juni 2026 | 04:02 WIB
oleh

Unhas Peringkat Pertama Nasional

Keempat subyek ilmu yang menempatkan Unhas sebaagi kampus terbaik secara nasional yakni Ilmu Bumi dan Planetari (Earth and Planetary Science).

Selanjutnya teknik (Engineering), Ilmu lingkungan hidup (Environmental) serta matematika (Mathematics).

Unhas juga meraih prestasi sebagai terbaik kedua nasional dari ilmu kedokteran gigi, fisika dan astronomi (peringkat 4 nasional) serta peringkat lima nasional untuk kedokteran hewan.

Baca Juga  Pastikan Pembangunan Terarah, DPLH Sulsel Buat Tim Komisi Penilaian Amdal

Kepala Publication Management Center (PMC) Unhas Muhammad Arsyad PhD di Makassar, Minggu,  menyebutkan capaian ini merupakan hal yang sangat membanggakan bagi Unhas. Akan tetapi dirinya berharap agar sivitas akademik tidak terlena dan lupa diri.

“Secara ranking keseluruhan Unhas berada di posisi ketiga nasional, akan tetapi dalam kalkulasi keseluruhan kita berada pada wilayah menengah atas atau upper middle part,” ujarnya.

“Ada empat subyek yang kita sangat unggul, namun ada beberapa subyek yang juga kita mesti perkuat dan terus dorong,” kata Arsyad.

Baca Juga  Larangan Mudik Solusi Terbaik Cegah Penyebaran COVID-19

Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah PhD mengatakan prestasi ini diharapkan dapat memberi motivasi kepada berbagai fakultas yang berada pada subyek ilmu tertentu.

“Ada beberapa subyek ilmu yang kita juga hampir mencapai posisi sempurna nasional, seperti kedokteran gigi yang berada di peringkat kedua, atau fisika dan stronomi yang berada di peringkat keempat nasional. Ini tentu dapat memacu juga subyek ilmu lainnya,” katanya.

Analisis terhadap detail performa pada ketiga dimensi yang dikembangkan oleh SCImago, nampak bahwa Unhas memiliki keunggulan dalam bidang riset dan publikasi, dimana dimensi ini memiliki bobot yang dominan dalam persentail SIR

Baca Juga  Pemprov Sulbar Sosialisasikan Instruksi Larangan Mudik

SIR merupakan instrumen pemeringkatan terhadap lembaga akademik dan penelitian yang melihat keunggulan dalam tiga faktor utama.

Yaitu kinerja penelitian (dengan bobot 50 persen dengan 17 indikator), luaran inovasi (bobot 30 persen dengan 3 indikator), dan dampak sosial (bobot 20 persen dan terdiri atas 3 indikator). (*/cr6)

Sumber: antaranews.com

Komentar

News Feed