JAKARTA – Menurut Menteri Johnny, lokasi pertama di Ibu Kota Negara diharapkan rampung akhir tahun 2023. Sehingga di saat yang bersamaan pemerintah terus mempersiapkan tiga lokasi lainnya dan keliatannya.
“Di Batam sudah cukup siap, tinggal nanti kita siapkan paket-paket pembiayaannya dan setelah itu secara teknis memutuskan salah satu dari dua titik di Batam di Balerang atau di Nongso Digital Park. Setelah itu, kesiapan wilayahnya sudah cukup matang,” tandasnya.
Berkaitan dengan standar PDN, Menkominfo menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun government cloud dengan standar yang paling tinggi yang saat ini digunakan di dunia. Standar kapasitas tinggi itu disebut tier for global standart atau standar global tier 4.
“Itu harus memenuhi beberapa standar teknis dari power suply, akses cloud atau ruang server, security, safety dan tentu untuk Indonesia pertimbangan geostrategis akan menjadi acuan yang penting juga,” ujarnya.
Menteri Johnny memaparkan kesiapan talenta digital berkaitan dengan pembangunan PDN. Menurutnya, komitmen pemerintah menghadirkan talenta digital Indonesia adalah dengan menggelar aktif pelatihan-pelatihan berbasis digital.
“Indonesia memang membutuhkan talenta digital. Kita punya talenta digital gap itu besar sekali. Artinya, kita harus menghasilkan sekitar 600 ribu digital talent atau keahlian SDM digital setiap tahunnya.
Salah satu disamping Kominfo sendiri yang membangun tiga level pelatihan digital, yaitu basic skill lewat Gerakan Nasional Literasi Digital, intermediate skill melalui Digital Talent Scholarship dan Advance Skill melalui Digital Leadership Academy,” jelasnya.
Menkominfo mengapresiasi peran serta berbagai pihak yang juga telah menyiapkan talenta digital Indonesia yang berkualitas. Seperti di sektor privat yang mengambil bagian bersama seperti Nongsa Digital Park yang membangun digital academy.
“Ekosistem mitra kerja khususnya perusahaan teknologi global saya kira menunjukkan minat dan partisipasi yang besar sekali untuk membangun Digital Talent Indonesia, karena akhirnya untuk memenuhi kebutuhan mereka juga,” ungkapnya.
Menteri Johnny menegaskan pemerintah akan berkonsentrasi untuk membangun basic skill di tingkat literasi. Pada tahun tahun 2021 ini akan dilakukan Gerakan Nasional Literasi Digital yang akan melibatkan 12,4 juta rakyat dan setiap tahun nanti akan terus ditingkatkan.
“Saya sendiri berharap kalau setiap tahun 12 sampai 25 juta misalnya, maka sampai tahun 2024 kita bisa hasilkan sekitar 100 juta digital talent melalui gerakan nasional literasi digital,” tandasnya.
Menkominfo menegaskan pemerintah daerah juga memiliki peran strategis dalam mengembangkan talenta digital Indonesia.
“Peran strategis pemerintah daerah, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota menjadi begitu penting untuk menjadi mitra kerja, bersama dengan lebih dari 110 lembaga baik lembaga pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat untuk mendorong suksesnya gerakan nasional literasi digital kita,” paparnya.
Dalam peninjauan lahan rencana lokasi pembangunan Pusat Data Nasional, Menkominfo didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif, dan Direktur Layanan Aplikasi Pemerintah Bambang Dwi Anggono.











Komentar