oleh

Buru Zona Hijau, Tutup Tempat Wisata Area Pantai

SIBERINDO,MAKASSAR — Satgas Raika menutup tempat wisata area pantai di Makassar. Lego-lego dan kawasan Anjungan Pantai Losari.

Ketua Satgas Raika, Iqbal Asnan mengatakan, penutupan Lego-lego dilakukan mulai Selasa, 17 Agustus. Menurutnya, Lego-lego telah melakukan pelanggaran aturan berulang kali.

“Kita sudah tegaskan, waktu beroperasi hanya sampai pukul 22.00 Wita,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Satpol PP Makassar ini.

Selain Lego-lego, penutupan juga berlaku di kawasan Anjungan Pantai Losari. Sejak senin malam, 16 Agustus, sejumlah pedagang membersihkan lapaknya. Para penjual pun memberikan pengertian kepada pengunjung.

Salah seorang penjual, Pian (46) mengaku harus mengikuti aturan PPKM Level IV. Apalagi, Anjungan Pantai Losari termasuk area yang kerap dipantau oleh Satgas Raika. Upaya ini dilakukan demi memburu status zona hijau.

BACA JUGA:  Munarman jadi tersangka tindak pidana terorisme

Sementara itu, Pemprov Sulsel menaruh perhatian khusus terhadap kasus pandemi di Makassar. Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat memaprakan, pengendalian zona pandemi berfokus di Makassar. Tanpa mengabaikan daerah lain.

Jika intervensi di Makassar berjalan optimal, dr Arman yakin bisa berefek positif di wilayah lain. Terutama di wilayah perbatasan, seperti Gowa, Maros, dan Takalar.

“Salah satu upaya kita adalah memastikan Vaksinasi di Makassar berjalan optimal. Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar telah bersinergi untuk itu,” ujarnya, kemarin.

BACA JUGA:  Meski Zona Hijau, Wali Kota Parepare Ingatkan Tetap Waspada

Selain itu, Pemprov Sulsel juga telah menyiapkan fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) di Asrama Haji Sudiang dan Gedung BPSDM Sulsel. Hal ini untuk memisahkan orang sehat dan terpapar Covid-19.

“Isolasi itu kita koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga masyarakat punya banyak alternatif. Ada juga yang dibuat tim relawan dan juga milik pemkot dengan isolasi apung. Semua tempat isolasi di Makassar,” terangnya.

Dirut RSKD Dadi ini memaparkan, progres vaksinasi di Sulsel baru mencapai 21 persen. Data Senin, 16 Agustus menunjukkan, vaksinasi baru menyasar 1,5 juta masyarakat, dari target tujuh juta orang.

BACA JUGA:  New Losari Terintegrasi, Kawasan Fort Rotterdam

“Progresnya masih cukup rendah. Makanya kita berharap proses vaksinasi bisa digenjot di Makassar. Pemprov sudah siapkan sembilan armada mobil vaksinasi yang akan turun langsung mendatangi rumah warga,” jelasnya.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menargetkan level PPKM bisa diturunkan. “Setidaknya dari level empat turun menjadi level tiga,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Danny itu menegaskan, pihaknya terus berupaya melakukan intervensi secara masif. Pelonggaran kegiatan mesti diiringi dengan ketegasan dalam menegakkan protokol kesehatan. (fjr/asr)

Komentar

News Feed