Namun sehari sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi lebih dulu tiba di Makassar, Sulsel, dan menggelar pertemuan dengan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur, Rabu (17/3/2021).
Dalam pertemuan itu, Menhub Budi Karya Sumadi mendengarkan laporan progres proyek Kereta Api (KA) Makassar-Parepare. Salah satu proyek strategis nasional yang menjadi atensi Presiden Jokowi.
Andi Sudirman mengaku, proyek KA Trans Sulawesi akan dilaporkan ke Jokowi. “Iya, kami akan laporkan juga termasuk bahwa program strategis yang sudah ada titik terang,” sebutnya.
Dia menjelaskan, KA Trans Sulawesi masih fokus pada upaya pembebasan lahan. Penyediaan lahan jalur rel KA masih bersoal di Kabupaten Maros dan Pangkep. Sementara Kabupaten Barru, disebut sudah tuntas 100%.
Khusus di Kabupaten Pangkep, penyediaan lahan baru 93%. Pembebasan lahannya ditempuh melalui upaya konsinyasi dengan cara menitip uang pembebasan lahan di pengadilan.
Dilansir daerah.sindonews.com, proyek KA Trans Sulawesi ditarget total sepanjang 142 kilometer. Namun sejak dibangun 2015 lalu, baru rampung sejauh 47. Dengan jalur yang melalui Tanete Rilau-Palanro di Kabupaten Barru. Dengan termasuk 5 stasiun, yakni Stasiun Palanro, Takkalasi, Mangkoso, Barru, dan Stasiun Tanete Rilau.
“Paling tidak kita sudah bisa kejar-kejar dengan pekerjaan dan pembebasan lahannya. Jadi harus begitu. Berapa kita bebaskan, berapa kita kerjakan. Biar tidak ada berhenti,” ujarnya.
Sementara, Menhub RI Budi Karya Sumadi belum bisa diwawancarai usai pertemuan di kantor Gubernur Sulsel membahas proyek KA Trans Sulawesi. Kendati begitu, dia memastikan Presiden Jokowi diagendakan meresmikan Bandara Udara Toraja, Kamis (18/3/2021).
Menhud Budi Karya menjelaskan, kehadiran Bandara Toraja akan mendukung sektor pariwisata di Sulsel. Dengan mempermudah akses ke Toraja.











Komentar