Makassar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan Harun Sulianto mengapresiasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Makassar.
“Semoga ini jadi bekal WBP untuk kembali hidup mandiri ketika usai menjalani pidana, sehingga dapat jadi insan berguna bagi bagi keluarga, masyarakat bangsa dan negara,” harap Harun dalam keterangannya, Sabtu (17/4).
Sementara itu, Kepala Lapas 1 Makassar Hernowo menjelaskan sebelum dilatih WBP melalui assessment psikologi, sehingga diketahui bakat, minat dan kompetensi WBP.
Menurut dia, keterampailan yang diajarkankan saat ini adalah menjahit atau garmen yang telah beroperasi kurang lebih setahun, dengan mempekerjakan 58 WBP dan telah memproduksi berbagai macam produk seperti pakaian alat pelindung diri ( APD ) untuk tenaga medis , pakaian WBP sendiri, jaket almamater beberapa Perguruan Tinggi , dan pakaian dinas harian petugas lapas.
Selain itu, juga ada keterampilan membuat roti bakery, membuat sabun cuci piring dan keterampilan mencuci pakaian dengan mesin (laundry) .
“Tapi yang ini baru saja dilakukan sekitar sebulan dan baru melatih masing-masing 5 orang WBP, tapi kedepan akan ditambah jumlah WBPnya,” kata Hernowo.
Sedang, Kabid Bimbingan Kerja, Laludi menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kerja di dalam lapas selain bermanfaat bagi WBP sebagai bekal keterampilan kemandirian juga para WBP memperoleh premi jika sudah berproduksi.
“ Ini semua potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari lapas,” ujar Laludi. (*/cr8)
sumber : makassar.antaranews.com











Komentar