Menurut dia, ada kemungkinan pulau yang muncul itu akibat air laut yang surut. Oleh karena itu, harus dilakukan pengujian terkait kemunculan pulau kecil itu.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan adanya pertumbuhan bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik utara Papua diharapkan tidak mengarah ke Indonesia.
“Kita berdoa siklon tropis itu jangan sampai ke Indonesia,” ucapnya.
Secara terpisah, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan saat ini bibit siklon tropis di Utara Papua telah berkembang menjadi Siklon Tropis Surigae yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.
“Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah Utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8 – 20 knot,” ujar Dwikorita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Penamaan siklon atau Badai Tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. (*/cr6)











Komentar