oleh

100 Pasukan Khusus Polri Jaga Ketat KPU Makassar Selama Pendaftaran Calon

SIBERSINDO.CO, MAKASSAR – Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel mengerahkan 100 personel atau satu kompi Brigade Mobil (Brimob) ke KPU Kota makassar, untuk pengamanan pelaksanaan jalannya pendaftaran bakal Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Makassar, Jumat, ( 04/09/2020 ).

“Satu kompi Brimob dari Batalyon A Pelopor dipimpin langsung Wadanyon A Pelopor Danki 2 Batalyon A Pelopor Iptu Muh. Syukri sudah kami kerahkan ke KPU Kota Makassar sebagai tambahan bawah kendali operasi atau BKO untuk mengamankan jalannya pendaftaran bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar,” kata Komandan Batalyon A Pelopor, AKBP Darminto.

Darminto mengatakan pengamanan akan dilaksanakan secara maksimal pada setiap tahapan agar pemilihan kepala daerah yang digelar bias berjalan lancar dan damai.

Perwira berpangkat dua melati itu juga menuturkan pelibatan pasukan khusus milik Polri dalam beberapa tahapan penting dalam pelaksanaan pilkada untuk meminimalisir adanya gangguan keamanan sehingga tercipta situasi kamtibmas yang kondusif serta wujud bhakti brimob untuk masyarakat.

Baca Juga  Penuhi Unsur Pidana Pemilu, Kasus Money Politic ADAMA Kini Ditangani Polrestabes

“Ada beberapa tahapan penting dalam pilkada dan itu membutuhkan pengamanan, makanya makanya kita akan melaksanakan pengamanan itu secara maksimal agar tidak ada hal – hal yang tidak diinginkan terjadi, itu juga sebagai wujud bhakti brimob untuk masyarakat,“ tutur Darminto.

Secara terpisah Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis menyatakan anggota yang disiagakan dalam pengamanan itu dari berbagai fungsi baik dari anggota Polrestabes Makassar, Polsek dan dibantu dari Satbrimob Polda Sulsel.

Baca Juga  Tiga Paslon di Pilwalkot Makassar Daftar di Hari Pertama

Lebih lanjut Dansat Brimob Polda Sulsel mengatakan Pihaknya juga akan bertindak sesuai dengan prosedur kepada massa simpatisan pasangan calon yang bertindak anarkis.

“ Ini semata-mata untuk mengantisipasi adanya dugaan tindak kriminalitas antar simpatisan atau pendukung. Tidak menutup kemungkinan nanti, para personil akan melakukan penindakkan kepada oknum yang sengaja mencoba memperkeruh situasi kamtibmas.,” tutup Muhammad Anis.(rls)

Komentar

News Feed